Puasa Ramadan bisa dijadikan latihan untuk menerapkan pola makan sehat. Karena selama satu bulan inilah, pencernaan Anda mengalami ‘pembersihan’ besar-besaran, sehingga Anda bisa mulai memasukkanmakanan sehat ke dalam pencernaan saat sahur dan berbuka. Mengonsumsi makanan sehat selama berpuasa dapat berkontribusi mengembalikan berat tubuh Anda ke kondisi sehat dan ideal.
Selain memilih makanan yang tepat, pemilihan jam makan saat sedang tidak menjalankan puasa harian juga penting. Jika jam 'bebas puasa' diisi dengan banyak makan, hal ini akan menjadi bumerang bagi kesehatan Anda. Sebaliknya, dengan tetap mengatur makanan serta pola makan selama jam bebas puasa, Anda dapat mendapatkan manfaat bobot tubuh ideal dan kondisi tubuh yang lebih sehat secara menyeluruh. Saatnya menghidupi esensi dari bulan Ramadan sendiri dalam hal makanan, yaitu disiplin diri dan pengendalian diri.
Saat sahur dan berbuka, pastikan makanan Anda melibatkan jenis-jenis makanan berikut:
1.Buah dan sayuran
2.Roti, sereal dan kentang
3.Daging, ikan atau makanan sejenis yang biasanya dijadikan lauk
4.Susu dan makanan berbasis susu
5.Makanan yang mengandung lemak dan gula
Roti, sereal maupun kentang merupakan penyedia kabohidrat kompleks bagi tubuh yang membantu melepaskan energi selama puasa berlangsung. Selain ketiga jenis makanan yang sudah disebutkan, kabohidrat kompleks juga dapat diperoleh dari jenis gandum lainnya seperti oats, kacang-kacangan dan nasi basmati.
Nutrisi kedua setelah karbohidrat adalah adanya makanan kaya serat yang bertujuan untuk dicerna secara lambat-lambat oleh pencernaan. Jenis makanan kaya serat ini meliputi gandum utuh, kentang dengan kulitnya, sayuran seperti buncis serta hampir semua jenis buah.
Untuk jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama menjalani puasa meliputi:
1.Makanan yang cepat terbakar dalam tubuh
2.Makanan yang sudah banyak melalui proses olahan berat yang mengandung karbohidrat yang sudah terproses juga seperti gula dan tepung putih.
3.Makanan penuh lemak seperti kue, biskuit, cokelat dan manisan lainnya.
4.Minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi dan minuman bersoda. Kafein sendiri sebaiknya tidak diminum saat sahur karena sifatnya yang diuretik atau mencaharkan pencernaan dan memicu hilangnya cairan tubuh lebih cepat lewat buang air.
Makanan saat sahur perlu dipastikan mengandung gizi yang sempurna dan lengkap, dengan porsi sedang dan ringan yang mengenyangkan dan menyediakan cukup energi selama beberapa jam. Pilih jenis makanan yang lambat diproses dalam pencernaan seperti salad, sereal terutama jenis oats atau roti bakar agar menopang energi untuk berpuasa seharian. Lengkapi makanan sahur dengan mengonsumsi cairan dari jus buah atau buah, atau dari minuman isotonik untuk menggantikan garam yang hilang dari dalam tubuh.
Untuk berbuka, dapat ditambahkan makanan berupa kurma yang memang dipercaya dapat langsung memulihkan energi. Mengakhiri puasa dengan meminum jus buah juga dapat menyegarkan tubuh secara instan. Namun, sebelumnya, minum terlebih dahulu segelas air yang berguna untuk mengendalikan rasa lapar dan kembali menyegarkan tubuh.
Selama berpuasa, usahakan untuk menghindari berbagai makanan yang diolah dengan cara digoreng, mengandung banyak gula dan lemak serta makanan yang dimasak dengan banyak lemak masih menempel dan minyak yang berlimpah. Ganti cara memasak makanan selama Ramadan dengan menggoreng tipis-tipis makanan atau memanggang makanan yang akan lebih efektif menyimpan rasa dan nutrisi dalam makanan, terutama pada ayam dan ikan. (PA)
0 komentar:
Posting Komentar