Kendati harus menahan lapar dan haus hingga 14 jam, ternyata kebutuhan tubuh terhadap air yang mencapai 2 liter tetap harus terpenuhi.
Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Sri Sukmaniah mengatakan kebutuhan tubuh terhadap air tak bisa ditawar lagi. Adapun, orang dewasa membutuhkan delapan gelas air atau setara dengan 2 liter, anak 1,6 liter dan orang lanjut usia sebanyak 1 liter sampai 1,5 liter.
"Kebutuhan tubuh orang dewasa 2 liter atau 8 gelas air. Tetap sama seperti tidak bulan puasa dan harus dipenuhi," ujarnya di Jakarta, belum lama ini.
Namun, kesempatan sahur dan berbuka harus dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air dan nutrisi yang lain. Oleh karena itu, diperlukan pembagian waktu makan yang tepat agar tubuh tetap mendapat nutrisi seimbang. Apalagi, dua kesempatan tersebut kerap kali tak dimanfaatkan dengan baik. Alhasil, saat kembali berpuasa tubuh menjadi lemas dan tak bersemangat akibat dehidrasi.
"Kebutuhan yang delapan gelas itu harus digantikan biar bisa kerja dengan baik dan biar enggak lemas," katanya.
Lebih lanjut, dia menyarankan agar porsi air putih yang diminum di malam hari harus paling banyak. Hal ini karena, malam hari menyediakan jeda yang cukup panjang. Paling tidak, 75% kebutuhan air bisa terpenuhi. Barulah sisanya, tertutupi di saat sahur.
"Setelah imsak sampai buka seringkali berpuasa sampai 14 jam. Tubuh sudah dehidrasi. Jadi setidaknya 75% air yang hilang, saat sebelum tidur sudah tergantikan. Empat gelas dicicil. Saat sahur, 25% kebutuhan terpenuhi," katanya.
Caranya, ujar Ani, bisa meminum dua gelas pertama saat berbuka puasa. Setelah menunaikan ibadah salat magrib hingga sebelum tidur dicicil dengan meminum empat gelas air. Setelah itu, dua gelas terakhir diminum saat sahur.
"Saat buka, minum dua gelas. Salat magrib, terus makan utama harus minum lagi empat gelas sampai menjelang tidur. Sahur minum lagi dua gelas," katanya.
0 komentar:
Posting Komentar